Genre Cilegon Goes To School, Beri Edukasi Kebencanaan Pada Pelajar Setingkat SMP dan SMA
CILEGON – Program edukasi kebencanaan GenRe Kota Cilegon Goes To School (GGTS) 2026 sukses dilaksanakan selama 20 hari, mulai 21 Januari hingga 12 Februari 2026. Program yang menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA ini berhasil menjangkau 2.201 remaja dari 20 sekolah di Kota Cilegon.
Narasumber kegiatan, Erlan Zaenal F. Halim, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan mitigasi bencana yang sebelumnya dilaksanakan bersama PLN Peduli. Jika sebelumnya fokus pada mitigasi gempa bumi dan tsunami, tahun ini edukasi diarahkan pada penanggulangan bencana banjir yang dinilai lebih relevan dengan kondisi wilayah.
“Program ini lanjutan dari kegiatan sebelumnya bersama PLN Peduli. Dulu fokus pada gempa dan tsunami, namun melihat kondisi yang terjadi belakangan ini lebih banyak bencana banjir, sehingga kami mengalihkan fokus edukasi,” ujarnya.
Menurut ketua FPRB Kota Cilegon Hasbi Sidik, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman kepada pelajar mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum bencana terjadi. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda.
“Misalnya saat banjir, siswa diimbau untuk tidak keluar rumah, menghindari selokan, serta mematikan aliran listrik. Edukasi seperti ini penting ditanamkan sejak dini,” katanya.
Hasbi Sidik menambahkan, beberapa sekolah bahkan telah menerapkan kebijakan pencegahan sederhana, seperti mewajibkan siswa membawa sapu tangan sebagai antisipasi jika terjadi kebocoran bahan kimia atau gangguan teknologi yang menimbulkan bau menyengat.
“Jika terjadi kondisi darurat, sapu tangan bisa dibasahi dan digunakan menutup hidung. Hal-hal sederhana seperti ini yang terus kami edukasikan,” jelasnya.
Program GGTS dilaksanakan melalui kolaborasi antara GenRe, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Metode penyampaian materi juga dibuat interaktif melalui board game dan lagu edukasi agar mudah dipahami pelajar.
“Kami menghindari metode penyampaian materi yang monoton. Board game dan lagu digunakan agar siswa lebih mudah memahami dan mengingat materi kebencanaan,” ungkap Erlan.
Meski minat sekolah cukup tinggi, keterbatasan waktu membuat program tahun ini hanya dapat menjangkau 20 sekolah. Erlan menyebut, sekolah lain direncanakan akan dilibatkan dalam program lanjutan setelah bulan Ramadan.
“Program ini digerakkan oleh relawan. Namun kami berharap dampaknya besar, karena siswa bisa menyebarkan informasi kepada teman sebayanya,” tambahnya.
Adapun 20 sekolah peserta GenRe Goes To School 2026 meliputi:
1. SMAN 2 Kota Cilegon (SMANDAKS)
2. SMPN 5 Cilegon
3. SMAIT Raudhatul Jannah
4. SMAN 1 Cilegon
5. SMKN 2 Cilegon
6. SMPN 9 Cilegon
7. SMPN 3 Cilegon
8. MAN 2 Cilegon
9. SMAN 5 Cilegon
10. SMPN 7 Cilegon
11. SMPN 8 Cilegon
12. SMPN 14 Cilegon
13. SMPIT Raudhatul Jannah
14. SMPN 13 Cilegon
15. SMPN 4 Cilegon
16. SMPN 1 Cilegon
17. SMK Madinatul Hadid
18. SMPN 6 Cilegon
19. SMAN 3 Cilegon
20. SMPN 10 Cilegon
Program GGTS 2026 di inisiasi oleh FPRB dan ditutup dengan capaian positif dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai langkah nyata meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar.

(*/Red)

