Dukung Kebijakan Pemerintah, Management RSUD Cilegon Bakal Tingkatkan Pelayanan dan Penjajakan Kerjasama Pengelolaan Keuangan

CILEGON – RSUD Kota Cilegon menargetkan peningkatan pendapatan pada tahun 2026 seiring penguatan layanan kesehatan dan pengembangan fasilitas rumah sakit. Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD Cilegon, Ratu Robiatul A.Ratu mengatakan, pihaknya mendukung berbagai kebijakan pemerintah daerah, termasuk rencana kerja sama pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan Bank Banten.

Namun, kerja sama tersebut masih menunggu kesiapan regulasi serta sarana dan prasarana pendukung.“Pada prinsipnya kami mendukung kebijakan pemerintah selama bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Untuk kerja sama BLUD dengan Bank Banten masih dalam tahap penjajakan dan menunggu kesiapan fasilitas serta regulasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini pengelolaan keuangan daerah masih berada di Bank BJB, sementara kerja sama dengan Bank Banten difokuskan pada pengelolaan keuangan BLUD.

Menurutnya, kesiapan fasilitas seperti kantor layanan, ATM, serta dukungan operasional lainnya menjadi syarat utama sebelum kerja sama direalisasikan.Terkait target pendapatan, Ratu menyebut RSUD Cilegon menargetkan pendapatan BLUD pada 2026 mencapai sekitar Rp90 miliar. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp87 miliar, dengan realisasi pendapatan mencapai sekitar Rp94 miliar atau lebih dari 107 persen.Peningkatan target pendapatan tersebut didorong penguatan layanan kesehatan, salah satunya karena RSUD Cilegon ditunjuk sebagai fasilitas layanan program KJSU yang meliputi penanganan kanker, jantung, stroke, dan urologi.

“Tahun ini kami juga mendapat bantuan untuk pengembangan layanan kanker. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menambah pendapatan rumah sakit,” jelasnya.

Selain itu, RSUD Cilegon juga berupaya meningkatkan layanan medical check up melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan. Program tersebut sudah berjalan dan akan terus dikembangkan untuk memperluas cakupan layanan.

sekda

Meski persaingan fasilitas kesehatan di Kota Cilegon semakin ketat, pihaknya optimistis RSUD Cilegon mampu bersaing dengan rumah sakit swasta. Ia menegaskan, rumah sakit pemerintah tetap memprioritaskan pelayanan masyarakat Kota Cilegon, namun juga berupaya meningkatkan kualitas layanan umum.

“Kami berencana menghadirkan layanan eksekutif dalam periode 2026 hingga 2028 agar kualitas pelayanan semakin meningkat,” katanya.

Di sisi lain, RSUD Cilegon juga terus mendorong pembangunan gedung rumah sakit lima lantai. Saat ini pembangunan difokuskan pada lantai dua dan tiga yang akan digunakan untuk ruang operasi, ICU, serta ruang tindakan medis besar.

Ratu menyebut pembangunan gedung tersebut masih membutuhkan anggaran sekitar Rp40 miliar. Jika pembangunan selesai, fasilitas tersebut diproyeksikan dapat meningkatkan pelayanan dan pendapatan rumah sakit, termasuk melalui layanan cath lab.

“Potensi peningkatan layanan dan pendapatan masih akan dihitung berdasarkan kebutuhan layanan masyarakat serta data kesehatan yang ada.” Pungkasnya.

(Dk)

rsud
Leave A Reply

Your email address will not be published.