BAZNAS Dorong Penguatan UMKM Mustahik Lewat Program Z-Mart dan Z-Auto di Cilegon
CILEGON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program pemberdayaan ekonomi umat melalui Z-Mart dan Z-Auto di Aula Setda Kota Cilegon, Selasa (10/2/2026). Program kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Cilegon ini menyalurkan bantuan senilai Rp700 juta guna mendorong penerima zakat meningkatkan taraf ekonomi hingga menjadi pemberi zakat.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Fajri Ali, menjelaskan program tersebut merupakan inisiasi BAZNAS pusat yang dilaksanakan melalui fasilitasi BAZNAS daerah. Sementara mekanisme pendistribusian bantuan dipaparkan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Cilegon, Habibi.
Habibi menyebutkan, dana Rp700 juta dialokasikan untuk dua program utama, yakni Z-Mart dan Z-Auto. Program Z-Mart menyasar 50 pelaku usaha toko kelontong dengan bantuan sebesar Rp8 juta per penerima. Bantuan tersebut mencakup Rp4 juta untuk branding usaha serta Rp4 juta untuk pengadaan barang dagangan.Sedangkan program Z-Auto menyasar 15 pelaku usaha bengkel dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit.
Nilai bantuan lebih besar karena meliputi pengadaan peralatan bengkel. “Tujuan utama program ini adalah memutus rantai kemiskinan. Kami berharap penerima manfaat yang saat ini masih berstatus mustahik dapat berkembang menjadi muzakki yang nantinya berzakat melalui BAZNAS Cilegon,” ujar Habibi.
Ia menjelaskan, meski merupakan program anggaran 2025, realisasi bantuan baru dilakukan pada awal 2026. Hal tersebut disebabkan proses asesmen dan verifikasi lapangan yang dilakukan secara ketat selama lebih dari enam bulan.Adapun kriteria penerima bantuan di antaranya terdaftar sebagai mustahik, memiliki usaha yang telah berjalan namun terkendala modal, memiliki tempat usaha sendiri, serta tergolong pelaku usaha kecil berbasis rumahan.
“Kami juga memberikan pendampingan usaha selama satu tahun pertama. Perkembangan omzet dan usaha penerima akan dipantau secara berkala,” tambahnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi program pemberdayaan ekonomi tersebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini langkah nyata dan sangat baik. Negara hadir melalui BAZNAS. Saya berpesan kepada para penerima bantuan untuk menjaga amanah serta kualitas usaha agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ungkap Wawan.
Menurutnya, program ini juga menjadi bagian dari penguatan dakwah ekonomi umat, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Jika program percontohan ini berhasil, BAZNAS berencana memperluas pelaksanaan program serupa di berbagai daerah pada tahun 2027 mendatang.
(Dk)
