Tampil Memukai di Gala Dinner Perwakilan SMSI Se-Indonesia,Quinesha Buktikan Bakat Tari Di Usia Muda

CILEGON – Di usianya yang masih belia, Quinesha Sandrina Kusumah sudah menunjukkan kecintaannya terhadap seni tari tradisional. Pelajar asal Kota Cilegon ini aktif menari dan terus mengasah kemampuannya sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya daerah.

Quinesha yang kini duduk di kelas V SD Al-Azhar 40 Kota Cilegon tergabung sebagai penari binaan Sanggar Puspa Arum Cilegon di bawah bimbingan Hendrik Arumsujiwati atau akrab disapa Bunda Wati. Minatnya terhadap tari sudah tumbuh sejak ia masih kecil.

Ia mulai tertarik menari saat duduk di kelas dua SD, kemudian resmi bergabung dengan Sanggar Puspa Arum pada usia delapan tahun.

“Saya suka menari sejak kecil. Waktu kelas tiga SD baru benar-benar mulai serius latihan di sanggar,” kata Quinesha usai tampil pada acara Gala Dinner Pemerintah Kota Cilegon bersama SMSI di halaman Kantor Pemkot Cilegon, Sabtu (7/2/2026) malam.

Selama berlatih, Quinesha telah mempelajari berbagai tarian tradisional khas Cilegon dan Banten, seperti Tari Senong, Karang Bolong, Susuk Ronggeng, hingga Golok Jawara. Ia juga kerap tampil di berbagai acara seni dan budaya, baik di dalam maupun luar Kota Cilegon.Bagi Quinesha, menari bukan sekadar hobi, tetapi juga bentuk kecintaannya terhadap budaya lokal.

“Menari buat saya bukan cuma kesenangan, tapi juga cara menjaga budaya daerah. Saya senang bisa tampil dan memperkenalkan tari Cilegon ke banyak orang,” ujarnya.

Ketekunannya berlatih juga membuahkan prestasi. Quinesha pernah meraih juara pertama dalam lomba tari tingkat regional yang digelar di Depok.

“Baru-baru ini saya dapat juara satu di Depok,” katanya singkat.Ke depan, Quinesha berharap semakin banyak anak muda yang mencintai seni tradisional.

“Saya ingin teman-teman sebaya lebih mengenal dan mencintai budaya kita. Lewat tari, kita bisa ikut menjaga agar budaya daerah tetap lestari,” tuturnya.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.