Plt Sekda Cilegon Pastikan Perbaikan SMP Negeri 15 Kota
CILEGON — Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menyampaikan bahwa musibah longsor terjadi di SMP Negeri 15 Kota Cilegon di Kelurahan Gerem akibat hujan yang turun terus-menerus dalam beberapa waktu terakhir. Peristiwa tersebut menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) longsor dan menimpa ruang kelas yang berada di bawahnya.
Menurut Ahmad Aziz, begitu kejadian terjadi, pihak terkait langsung bergerak cepat melakukan pembersihan dan perapihan material longsor untuk mengamankan area sekolah.
“Kita mendapatkan informasi bahwa SMP Negeri 15 Kota Cilegon di Gerem terkena musibah longsor akibat hujan terus-menerus. TPT longsor dan menimpa ruang kelas di bawahnya. Saat itu juga langsung dilakukan pembersihan dan perapihan,” ujarnya.
Untuk sementara, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SMP Negeri 15 Kota Cilegon dialihkan ke sekolah dasar (SD) yang lokasinya berdekatan dengan sekolah tersebut. Pengalihan dilakukan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Selama proses perbaikan, KBM dialihkan ke SD terdekat. Sebelumnya memang SMP Negeri 15 Kota Cilegon sempat menumpang di SD itu, jadi secara lokasi sudah memungkinkan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, proses perbaikan diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan. Selama periode tersebut, seluruh aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung di lokasi sementara.
“Kurang lebih dua bulan proses perbaikan. Selama dua bulan itu KBM SMP Negeri 15 Kota Cilegon dialihkan ke SD yang berdekatan,” katanya.
Terkait kerusakan bangunan, Ahmad Aziz menyampaikan bahwa terdapat tiga ruang kelas yang terdampak akibat longsor. Perbaikan akan langsung dilakukan oleh pihak pelaksana proyek pembangunan sekolah.
“Untuk tiga ruang kelas yang rusak, langsung diperbaiki oleh pihak pelaksana. Karena bangunan ini dibangun tahun 2025,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun kejadian tersebut merupakan musibah alam, pihak pelaksana pembangunan tetap menunjukkan tanggung jawab dengan bersedia melakukan perbaikan.
“Alhamdulillah, pihak pelaksana masih mau bertanggung jawab untuk memperbaiki. Ini memang musibah longsor, tapi mereka bersedia memperbaiki sekolah SMP Negeri 15 Kota Cilegon yang terdampak TPT ambruk ke ruang belajar mengajar,” ujarnya.
Soal masa pemeliharaan bangunan, Ahmad Aziz menyebut masih ada pembahasan lebih lanjut. Namun demikian, telah terjalin komunikasi antara Dinas Pendidikan dan pihak penyedia jasa sehingga perbaikan tetap dapat dilakukan.
“Mungkin soal masa pemeliharaan apakah masih atau sudah selesai, itu masih dilihat. Tapi yang jelas sudah ada komunikasi antara Ibu Kadis dan pihak penyedia, dan mereka bersedia melakukan perbaikan.” Pungkasnya.
(Dk)
