Dindikbud Cilegon Salurkan Pompa Air ke Sekolah, Antisipasi Banjir Saat Intensitas Hujan Tinggi
CILEGON – Dinas Pendidikan Kota Cilegon menyalurkan bantuan mesin pompa hisap air kepada sejumlah sekolah yang terdampak banjir. Kegiatan tersebut berlangsung di SD Negeri Masigit I, Kota Cilegon, pada Jumat (23/1/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, H. Heni Anit Susila, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian insan pendidikan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak banjir.
“Hari ini kami memberikan bantuan pompa hisap air untuk sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Ada empat sekolah di Kota Cilegon, yaitu SD Negeri Masigit I, SD Negeri Panggung Rawi, SD Negeri Kedaleman 2, dan SD Negeri Bumiwaras yang berada di Pulau Merak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keempat sekolah tersebut berada di Kecamatan Cibeber, Jombang, Cilegon, dan Pulau Merak. Bantuan pompa air ini berasal dari donasi internal di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Cilegon.
“Bantuan ini merupakan hasil sumbangan seikhlasnya dari pengawas, penilik, kepala sekolah, serta pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan. Seluruh unsur Dinas Pendidikan ikut berpartisipasi selama dua hari, dan alhamdulillah bantuan dapat terkumpul dengan cepat,” jelasnya.
Menurutnya, bantuan pompa air tersebut merupakan solusi jangka pendek untuk mengatasi genangan air di sekolah saat terjadi hujan lebat. Sementara untuk solusi jangka panjang, pihaknya masih melakukan pembahasan bersama Dinas PUPR, BPBD, serta pimpinan daerah.
“Khususnya untuk SD Negeri Masigit I, posisi sekolah lebih rendah dibandingkan jalan dan berada di dekat aliran sungai, sehingga setiap hujan deras air mudah menggenang. Salah satu solusi jangka panjang yang dibahas adalah meninggikan fondasi sekolah sekitar satu meter,” ungkapnya.
Selain empat sekolah penerima bantuan, terdapat beberapa sekolah lain yang akses jalannya terdampak banjir, namun bangunan sekolah tidak tergenang, seperti SD Cibeber I, SD Cibeber 2, dan SD Kedaleman 4. Untuk sekolah-sekolah tersebut, tidak diberikan bantuan pompa karena genangan air cepat surut.Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Masigit I, Jajat, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Terkait bantuan mesin pompa hisap air ini, kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur. Mudah-mudahan pompa ini menjadi solusi terbaik, dan harapannya justru hanya menjadi hiasan saja, artinya semoga banjir di SD Negeri Masigit I tidak terjadi kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah karena banjir kerap mengganggu proses belajar mengajar siswa.
“Dalam satu bulan terakhir, kami sempat mengalami dua kali banjir, dan yang paling parah terjadi pada hari Jumat. Tentu ini sangat berdampak pada kegiatan belajar anak-anak,” katanya.
Jajat juga mengapresiasi peran media dan berbagai pihak, termasuk Pramuka, yang selama ini turut membantu penanganan banjir di sekolah.
“Harapan kami ke depan, SD Negeri Masigit I tidak lagi mengalami banjir berulang, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan nyaman.” Pungkasnya.
(Dk)
