Sabar Membawa Berkah: Kisah OB DPRD yang Kini Resmi Jadi ASN Paruh Waktu”

CILEGON – Raut bahagia tidak bisa disembunyikan dari wajah Hardiman. Di ruang rapat DPRD hari ini, ia berdiri tegak, bukan untuk merapikan kursi atau menyeka meja seperti biasanya, melainkan untuk menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Bagi Hardiman, hari ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan akhir manis dari penantian panjang sejak tahun 2018.

Kisah Hardiman di gedung wakil rakyat ini bermula dari titik rendah dalam hidupnya. Setelah berhenti bekerja di sebuah pabrik, ia sempat luntang-lantung mencari pekerjaan. “Cari kerjaan sana-sini susah,” kenangnya.

Beruntung, seorang kerabat memberinya informasi lowongan di Sekretaris DPRD. Namun, posisinya bukan di balik meja komputer, melainkan sebagai Office Boy (OB). Saat itu, Hardiman sudah memiliki tanggung jawab besar; seorang istri dan seorang anak yang baru masuk bangku SD.

“Ya mau tidak mau, namanya cari kerja, kita terima saja,” ujarnya tulus.

Ia adalah orang yang memastikan setiap sudut ruangan bersih sebelum dan sesudah para wakil rakyat bersidang. Dari sana, dedikasinya mulai terlihat. Ia kemudian berpindah tugas ke bagian Sekretaris Dewan (Sekwan) hingga melayani Wakil Ketua DPRD.

Nasib membawa Hardiman berpindah-pindah tugas sesuai kebutuhan. Ia pernah ditarik oleh ajudan untuk membantu di ruang Ketua DPRD saat masa jabatan Pak Fakih Usman Umar periode 2014-2019. Keuletannya membuatnya terus dipertahankan, bahkan saat kepemimpinan berganti ke tangan Pak Endang.
Effendi periode 2019-2024. Namun, dunia kerja tak selalu mulus. Hardiman sempat merasakan “lemparan” tugas ke komisi hingga akhirnya ditempatkan di ruang rapat besar DPRD karena adanya sebuah kendala kebersihan yang perlu dibenahi. Di ruang itulah ia membuktikan bahwa kinerjanya tetap stabil meski diterpa dinamika organisasi.

“Suka dukanya banyak. Senangnya ya sekarang ini, saat menerima SK. Dukanya itu kalau lagi dimarahi. Kadang siapa yang salah, siapa yang kena. Ujung-ujungnya ke kita lagi,” selorohnya sambil tersenyum tipis mengingat masa-masa sulit itu.

Kini, sejarah berulang namun dengan status yang berbeda. Seiring dengan terpilihnya pimpinan baru, Hardiman kembali dipercaya untuk bertugas di ruang Wakil Ketua II DPRD, mendampingi Bapak Masduki.

Penyerahan SK hari di hadapan Kabag Umum Pak Nanang, Kabag Faslak Pak Ardiansyah, dan Sekretaris DPRD Pak Heri, menjadi simbol kemerdekaan ekonomi bagi Hardiman. Status PPPK Paruh Waktu yang ia sandang sekarang adalah buah dari kesabaran selama tujuh tahun memegang sapu dan memastikan kenyamanan bagi para pejabat daerah.

“Perasaan saya sangat senang dan bahagia. Sempat menunggu-nunggu setelah masuk pendataan, dan alhamdulillah SK-nya terbit hari ini,” tutupnya dengan nada syukur.

Bagi Hardiman, gedung DPRD bukan sekadar tempat bekerja, melainkan saksi bisu transformasinya dari seorang pencari kerja yang putus asa menjadi abdi negara yang diakui.

(Dk)


Leave A Reply

Your email address will not be published.