Kawasan Tugu Baja Cilegon Mulai Dibuka, Jadi Ruang Publik dan Tempat Healing Warga

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon mulai membuka kawasan Tugu Baja Kota Cilegon pada Senin (22/12/2025) malam setelah melalui proses pembangunan selama kurang lebih tiga bulan. Kawasan tersebut kini dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik dan destinasi wisata malam gratis.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan pembukaan kawasan Tugu Baja menjadi momen yang telah lama dinantikan oleh masyarakat. Ia bersyukur proses penataan berjalan lancar dan dapat segera dinikmati warga.

“Alhamdulillah, malam ini apa yang sudah kita nantikan selama tiga bulan terakhir akhirnya bisa dibuka dan insya Allah bisa langsung dinikmati oleh masyarakat Kota Cilegon. Kami sangat bersyukur, Allah memberikan kemudahan,” ujar Robinsar.

Menurut Robinsar, keberadaan kawasan Tugu Baja diharapkan menjadi alternatif ruang rekreasi sekaligus tempat healing bagi masyarakat, khususnya di tengah padatnya aktivitas industri di Kota Cilegon.

“Terkait julukan Cilegon sebagai kota dengan tingkat stres tinggi, itu ada kaitannya. Berdasarkan survei di Provinsi Banten, tingkat stres masyarakat memang cukup tinggi karena Cilegon merupakan kota industri. Karena itu dibutuhkan ruang publik yang representatif untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, Tugu Baja yang berdiri sejak sekitar tahun 2015 sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kawasan tersebut sempat tidak terawat dan hanya digunakan sebagai area parkir. Melalui revitalisasi ini, pemerintah berupaya mengoptimalkan fungsi tugu agar menjadi ruang publik yang nyaman.

“Kita ingin tugu ini tidak hanya sekadar tugu, tapi juga menjadi tempat yang bisa dinikmati masyarakat. Ini merupakan kelanjutan pembangunan dari pemimpin terdahulu yang kita sempurnakan hari ini,” tambahnya.

Dari sisi anggaran, Robinsar menyampaikan pagu awal revitalisasi kawasan Tugu Baja sebesar Rp2,9 miliar, dengan realisasi anggaran sekitar Rp2,4 miliar. Ia juga menambahkan bahwa kawasan tersebut merupakan aset jalan nasional sehingga pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan telah mendapatkan izin pemanfaatan.

Selain itu, penataan kabel udara di kawasan Tugu Baja juga mulai dilakukan. Pemerintah Kota Cilegon menargetkan proses penurunan kabel dan penertiban tiang-tiang provider dapat diselesaikan hingga akhir Januari 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon, Tb Dendi Rudiatna, mengatakan revitalisasi kawasan Tugu Baja bertujuan utama untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat serta mempercantik wajah kota.

“Perubahan di tubuh Kota Cilegon ini intinya ingin memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Dengan dibangunnya kawasan ini, wajah kota yang sebelumnya biasa saja kini menjadi tempat wisata, tempat nongkrong, tempat berkumpul untuk aktivitas sosial, sekaligus aktivitas ekonomi,” ungkap Dendi.

Ia menjelaskan, pembangunan kawasan Tugu Baja Cilegon dikerjakan selama tiga bulan, terhitung sejak akhir September hingga Desember 2025, dengan total anggaran sekitar Rp2,4 miliar.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.