CILEGON — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Banten memastikan seluruh kapal yang beroperasi berada dalam kondisi laik laut jelang puncak arus penyeberangan atau peak season. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo kepada awak media, Senin (22/12/2025).
Heru menegaskan, kondisi kapal-kapal ASDP telah melalui pemeriksaan ketat dari Kementerian Perhubungan dan dinyatakan layak untuk beroperasi. “Kondisi kapal kami pastikan seluruh kapal-kapal ASDP dalam keadaan layak laut. Hal ini sudah dilakukan pengecekan oleh Kementerian Perhubungan dan dipastikan seluruh kapal yang beroperasi layak laut,” ujarnya.
Saat ini, PT ASDP mengoperasikan sebanyak 32 kapal setiap hari. Jumlah tersebut masih dapat ditambah apabila terjadi lonjakan penumpang pada masa peak season. “Apabila nanti terjadi peak season dan membutuhkan penanganan lebih, maka kami siap menambah jumlah kapal,” kata Heru.
Untuk mendukung kelancaran operasional, ASDP mengoperasikan kapal di empat pelabuhan penyeberangan. Di Pelabuhan Ciwandan terdapat sembilan kapal, enam kapal beroperasi di BBJ, sementara kapal lainnya beroperasi di Pelabuhan Merak.
ASDP memprediksi puncak arus penumpang akan terjadi pada tanggal 23 dan 24. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG, terdapat potensi anomali cuaca ekstrem di wilayah Selat Sunda yang perlu menjadi perhatian serius bagi penumpang, operator kapal, maupun pengelola pelabuhan.
Sebagai langkah antisipasi, ASDP menyiagakan dua unit kapal tunda (tugboat) di pelabuhan. Kapal tunda tersebut tidak digunakan untuk penyeberangan, melainkan disiapkan khusus untuk kondisi darurat. “Kapal tunda ini digunakan apabila terjadi insiden, seperti kapal membutuhkan perbantuan, penarikan, atau pendorongan,” jelas Heru.
Dari sisi jumlah penumpang, Heru menyebutkan terjadi peningkatan signifikan tahun ini. Secara nasional, jumlah penumpang lintasan ASDP meningkat sebesar 9,4 persen. Sementara khusus di lintasan Merak, kenaikan penumpang berada di kisaran 4,4 hingga 5 persen. “Secara keseluruhan, kenaikan penumpang tahun ini mencapai 19 persen, sama dengan tahun lalu,” ungkapnya.
Selain kesiapan armada, ASDP juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia. Imbauan terus diberikan kepada seluruh awak kapal untuk memperhatikan kecakapan kru dan kesiapan operasional kapal. Menurut Heru, kolaborasi dengan seluruh stakeholder seperti kepolisian, BMKG, KSOP, dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan pelayaran.
Heru menegaskan, rekomendasi dari BMKG menjadi acuan utama dalam operasional penyeberangan. “Jika cuaca dinyatakan aman, kapal dapat beroperasi. Namun apabila BMKG tidak merekomendasikan pelayaran karena cuaca buruk, maka operasional akan dihentikan. Keselamatan adalah prioritas utama dan tidak bisa ditawar,” pungkasnya.
(Dk)
