Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkot Cilegon Lakukan Mitigasi, Cek Sirine Peringatan Dini dan Optimalkan Tandon

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi mencapai puncaknya pada Januari mendatang. Upaya ini meliputi pemeriksaan alat peringatan dini, pengoptimalan fungsi resapan air, hingga penanganan dampak cuaca ekstrem di pemukiman warga.

Walikota Cilegon menyatakan bahwa saat ini baru terdapat lima sirine peringatan dini yang telah terpasang di wilayah pesisir, yakni di Kubangsari, Lebak Gede, Gerem, Lubang Sari, dan Gunung Sugih. Namun, jumlah ini dirasa masih perlu ditambah untuk menjangkau titik rawan lainnya.

“Tahun depan kami berencana menambah empat unit sirine baru di wilayah Merak, Kepuh, Tegal Ratu, Taman Sari, dan Suralaya. Wilayah tersebut merupakan garis pantai yang memang memiliki kerawanan,” ujar Walikota usai meninjau sejumlah lokasi rawan bencana, Selasa (16/12/2025).

Selain alat peringatan dini, Pemkot Cilegon juga fokus pada fungsi tandon sebagai area resapan air untuk meminimalisir luapan. Walikota memastikan bahwa sejumlah tandon telah dikuras agar dapat menampung debit air hujan dengan maksimal.

“Alhamdulillah, tandon-tandon berfungsi dengan baik karena sudah kita kuras sebelumnya. Kami juga memantau titik genangan dan memastikan resapan air bekerja optimal,” jelasnya.

Walikota juga menyoroti masalah sedimentasi yang sering menjadi penyebab utama banjir. Ia telah menginstruksikan para lurah dan camat melalui surat edaran untuk mengaktifkan kembali budaya gotong royong dan kerja bakti membersihkan selokan di lingkungan masing-masing.

“Mayoritas banjir dipicu oleh sedimentasi dan drainase yang tersumbat. Kami juga sedang merencanakan perbaikan total drainase di titik kronis seperti kawasan PCI (Pondok Cilegon Indah). Di sana saluran akan kita bongkar dan ganti dengan U-Ditch baru yang lebih besar karena kondisi yang sekarang sudah tidak memadai,” tambahnya.

Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu terakhir juga mengakibatkan insiden di lapangan. Tercatat ada enam laporan pohon tumbang yang mayoritas telah ditangani oleh tim gabungan BPBD, Tagana, dan Pramuka.

Selain itu, sebuah rumah di wilayah Ketileng dilaporkan ambruk pada bagian ruang tamu akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.

“Kami sudah mendapat laporan rumah roboh di Ketileng karena konstruksi kuda-kudanya sudah rapuh. Alhamdulillah, Baznas Cilegon bergerak cepat memberikan bantuan untuk menanggulangi dampak musibah tersebut,” ungkap Walikota.

Mengenai anggaran darurat, Walikota menjelaskan bahwa Pemkot Cilegon memiliki dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sifatnya fleksibel untuk kebutuhan urgensi seperti bencana alam maupun kejadian luar biasa (KLB) kesehatan.

“Secara keseluruhan, personel BPBD, Tagana, hingga Pramuka sudah siap siaga. Peralatan juga insya Allah ready. Kami terus berkoordinasi secara saintifik dengan BMKG untuk memitigasi segala potensi ancaman bencana agar dampaknya bisa kita minimalisir sekecil mungkin.” Pungkasnya.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.