Pemkot Cilegon Pastikan Pembayaran Honor Guru Madrasah dan RT/RW Aman, Tak Ada Anggaran Hangus

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memastikan tidak akan terjadi defisit anggaran pada tahun ini. Selain itu, Pemkot juga menegaskan bahwa pembayaran honor bagi masyarakat, khususnya guru madrasah, guru ngaji, RT, RW, dan Linmas akan menjadi prioritas utama.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah tegas agar penggunaan anggaran lebih aman dan tepat sasaran. “Prinsipnya, tahun ini target utama kita adalah tidak defisit. Yang kedua, belajar dari tahun kemarin, hal masyarakat terkait honor harus diprioritaskan. Itu komitmen kami,” ujar Robinsar.

Robinsar menjelaskan, pihaknya juga telah memanggil Kepala BPKAD Kota Cilegon serta sejumlah kepala OPD yang menghimpun honor masyarakat untuk memastikan proses pencairan berjalan sesuai rencana.

“Saya pastikan, insyaallah apa yang menjadi hak masyarakat akan diprioritaskan tahun ini dan tidak akan terlewat. Tidak ada yang hangus. Tahun lalu kita potong Rp107 miliar di perubahan untuk antisipasi agar tidak ada anggaran yang tidak jelas. Yang tidak jelas kita kurangi supaya lebih aman,” tegasnya.

Robinsar menambahkan, khusus untuk honor guru madrasah, Pemkot Cilegon akan menyalurkannya pada awal November ini. Ia memahami kekhawatiran masyarakat mengingat pengalaman tahun sebelumnya.
“Kalau honor guru madrasah awal November, mungkin psikologi masyarakat khawatir terulang seperti tahun kemarin. Saya pastikan masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah memastikan prioritas hak guru-guru, RT, RW, dan Linmas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Cilegon menegaskan bahwa pencairan honor guru madrasah akan dilakukan paling lambat minggu depan setelah tunjangan TPP selesai diproses. “Untuk guru madrasah insyaallah setelah TPP keluar akan kita ajukan, dan paling lambat minggu depan sudah didistribusikan untuk dua bulan, yakni September dan Oktober,” jelasnya.

Ia menyebutkan, total anggaran yang disiapkan untuk pembayaran honor tersebut mencapai Rp5,2 miliar, dengan rincian sekitar Rp2,7 miliar per bulan bagi 5.189 penerima, terdiri dari guru madrasah dan guru ngaji. “Kondisi keuangan membuat sistem pembayarannya dilakukan per dua bulan, tapi insyaallah semua aman.” Tutupnya.

(Dk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.