Anggota Komisi I DPRD Cilegon, Ari Muhammad Tekankan Profesionalitas dalam Penempatan Pejabat Eselon II

​CILEGON – Proses seleksi dan penempatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon menjadi sorotan tajam. Anggota Komisi I DPRD Cilegon, Ari Muhammad, mendesak agar hasil asesmen kompetensi menjadi dasar utama dalam penempatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penekanan ini muncul karena peran strategis pejabat eselon II sebagai pelaksana program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan.

​Ari mengingatkan bahwa meski penempatan pejabat adalah hak prerogatif Wali Kota, namun profesionalitas tidak boleh diabaikan. “Saya harapkan hasil dari asesmen itulah menjadi dasar untuk penempatan. Siapa dan ditempatkan di mana,” ujarnya.

Kritik keras dilontarkan terhadap praktik penempatan pejabat yang hanya didasarkan pada kedekatan personal atau rekomendasi dari pihak tertentu. “Kita tidak boleh kembali lagi pada ‘karena teman’, ‘karena orang dekat’, atau ‘karena ada rekomendasi dari seseorang’,” tegasnya.

​Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini memperingatkan bahwa penempatan yang tidak tepat dapat berimbas negatif pada kinerja pemerintah. Salah satu dampak krusial adalah terhambatnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon. Menurutnya, PAD hanya akan meningkat jika pejabat yang ditempatkan benar-benar kompeten dan mampu menjalankan tugasnya secara optimal.

Selain itu, Ari juga menyoroti lambatnya proses pengisian jabatan yang kosong. Kekosongan ini, atau keberadaan Pelaksana Tugas (PLT), disebut dapat menimbulkan kegamangan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Meskipun ASN dituntut untuk bekerja maksimal, ketidakjelasan status dapat mengganggu semangat kerja dan menghambat keberlanjutan program.

“Para pejabatnya gamang dengan posisi dia. Ketika dia sudah tidak menempati (posisi), apakah orang nanti ke depan, orang baru yang menempati posisi itu akan menjalankan (programnya). Posisi ini juga disegerakan, menyusul hasil uji kompetensi saat ini,” terang Ari.

​Dengan telah berjalannya semester kedua, Ari mendesak eksekutif untuk segera menuntaskan proses mutasi dan rotasi. Menurutnya, jika proses ini terus berlarut-larut, target-target APBD tidak akan bisa terealisasi dengan baik, dan capaian kinerja pemerintah dipastikan tidak akan maksimal.

​”Harus dipercepat. Ini kan semester dua sudah berjalan, target-target APBD harus terealisasi dengan baik, kalau masih berfikir nanti-nanti, saya pastikan capaian kinerja tidak akan maksimal,” ucapnya.

​Ari berharap proses yang melibatkan 29 pejabat eselon II yang telah mengikuti wawancara dapat segera diselesaikan. Rotasi dan mutasi harus dilakukan dengan cepat untuk memilih individu-individu yang benar-benar memiliki kapabilitas dan bersedia bekerja keras. Tujuannya adalah membentuk tim yang solid di Pemkot Cilegon, yang mampu bekerja cepat untuk mewujudkan pembangunan yang telah direncanakan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.