LBM PCNU Cilegon Gembleng Calon Aktivis Muda Lewat Kajian Turats Fiqih, Siapkan Kader Bermental Kritis
CILEGON – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon secara aktif menggembleng calon aktivis muda melalui kajian turats. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan metodologi pembahasan fiqih yang kokoh, dengan penekanan pada landasan hadis dan referensi sahih. Kajian turats rutin dilaksanakan LBM PCNU Cilegon setiap Minggunya, berlokasi di Mushola Nurul Huda, Cibeber Barat.
Miftahul Rizki Fauzan, Ketua LBM PCNU Kota Cilegon, pada kesempatan itu terlihat bertugas sebagai moderator untuk mengarahkan jalannya sebuah kajian, dimana puluhan aktivis sebagai peserta kajian juga tampak serius mengikuti kajian pembahasan.
Ust Fauzan, panggilan akrab Miftahul Rizki Fauzan menyampaikan, pengkaderan melalui kajian turats menjadi sangat penting untuk mencetak generasi bahtsul masail yang mumpuni dan bermental kritis.
“Kami berkomitmen untuk melahirkan para aktivis muda yang tidak hanya paham soal fiqih, tetapi juga mampu menganalisis permasalahan keagamaan dengan landasan dalil yang kuat dan metodologi yang tepat dan tentunya bermental kritis,” ujarnya, Selasa (15/7/2025) malam.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi bekal bagi para aktivis muda untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di masyarakat, sesuai dengan koridor ilmu fiqih dan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama.
Gus Mubin, yang turut hadir, sekaligus sebagai perumus dalam kajian yang digelar itu menyampaikan teori bagaimana seorang aktivis Bahtsul Masail bisa melihat secara mendalam dan luas dari sebuah permasalahan.
Dimana tentunya tidak hanya sekedar kritis, melainkan juga mampu mamahami apa yang menjadi penyebabnya, sekaligus dapat mencarikan solusi atas permasalahan tersebut.
Diketahui, puluhan aktivis santri yang hadir pada kesempatan itu berasal dari beberapa pondok pesantren yang ada di Kota Cilegon, seperti Pondok Bani Lathif, Pondok Nurul Huda As-Shofwani, Pondok Hidayatul Mubtadiin.
Editor : R Hartono
