Husen Saidan Bantah Berita 4 Anggota DPRD Terlibat Aktif Unjuk Rasa di PT Lotte

CILEGON – Ketua Umum LSM Gappura Banten, Husen Saidan, membantah pemberitaan anggota DPRD Cilegon terlibat aktif melakukan unjuk rasa pada November 2024 lalu. Dalam pemberitaan itu disebutkan ada empat anggota DPRD Cilegon yang diduga berebut proyek di sebuah perusahaan. Menurut Husen, informasi itu tidak benar dan perlu diluruskan.

“Yang ditampilkan dalam berita itu adalah foto demonstran. Saya sendiri penanggung jawab aksi tersebut. Saya keberatan karena seolah-olah kami menuduh anggota DPRD, padahal mereka hanya hadir sebagai saksi mediasi antara kami dengan pihak perusahaan,” ujar Husen dalam pernyataannya, Senin (10/6/2025).

Husen menjelaskan, aksi damai yang digelar pada November 2024 bersama masyarakat dan berbagai elemen LSM bertujuan menyuarakan lima tuntutan utama kepada perusahaan PT LCI, antara lain:

  1. Prioritas tenaga kerja lokal,
  2. Kuota tenaga kerja lokal minimal 70%,
  3. Sistem rekrutmen bisa dilakukan offline, tidak hanya online,
  4. Peluang kerja juga dibuka untuk pengusaha lokal secara profesional,
  5. Pembubaran komite yang dianggap tidak mewakili masyarakat dan tidak memiliki legalitas hukum.

Menurutnya, kelima poin tersebut telah disepakati bersama pihak PT LCI, dan disaksikan langsung oleh lima anggota DPRD Cilegon yang hadir dalam pertemuan resmi.

“Kehadiran anggota dewan itu bukan ikut demo. Mereka kami undang sebagai saksi. Agar jika suatu saat PT LCI ingkar janji, para anggota dewan bisa turun tangan. Dan hingga kini, PT LCI justru telah menepati komitmennya,” ungkap Husen.

Lebih lanjut, ia menilai keberadaan komite yang dibentuk oleh kelompok tertentu sebagai pemicu keresahan. “Komite itu arogan, tidak punya dasar hukum, dan cenderung memecah belah masyarakat. Bahkan ada pengusaha lokal yang mau bekerja malah disuruh lapor ke komite dulu. Ini bentuk diskriminasi,” tegasnya.

Husen juga menyayangkan adanya oknum yang menyebarkan informasi palsu saat aksi berlangsung. Hal ini sempat memicu insiden dorong-dorongan akibat informasi bahwa mediasi dengan PT LCI gagal. “Itu fitnah. Padahal kesepakatan sudah dicapai dan dibacakan di hadapan massa. Polisi juga sigap menenangkan situasi,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, Husen mengimbau agar media massa tetap menjunjung etika jurnalistik. “Kami tidak anti media. Tapi tolong beritakan dengan berimbang, profesional, dan berdasar fakta. Jangan asal kutip tanpa sumber yang jelas,” pungkasnya.

Reporter : D Mulyana
Editor : R Hartono

Leave A Reply

Your email address will not be published.