Jadi Lokasi Ekspansi Strategis, Eka Hospital Group Bangun Rumah Sakit Di Kota Cilegon

CILEGON – Eka Hospital Group membidik Kota Cilegon sebagai salah satu titik lokasi ekspansi strategis dalam pengembangan bisnisnya. Eka Hospital Group yang bergerak dibidang industri kesehatan ini, sudah memulai tahapan pembangunan. Hal tersebut terungkap saat Rapat Dengan Pendapat antara Management Eka Hospital bersama Anggota DPRD Cilegon, Kamis (22/5/2025) lalu.

Natalie Saacke, Head of Corporate Communications & External Affairs mengatakan, Rapat Dengar Pendapat (hearing) bersama Komisi I & II untuk menyampaikan dan menanyakan ihwal kelengkapan perizinan terkait dengan pembangunan RS Eka Hospital.

“Hearing tadi merupakan bentuk kordinasi dengan pemerintah kota kaitan dengan regulasi apa saja yang harus ditempuh dalam pembangunan rumah sakit ini, agar tidak ada yang terlewat. Sejauh ini semua proses perizinan sudah kami lakukan sesuai dengan aturan Pemerintah Kota Cilegon. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” ujar Natalie Saacke,

Natalie menambahkan, proses pembangunan rumah sakit saat ini baru mencapai sekitar 1 % dengan target operasional tahun 2026.

Cilegon Jadi Salah Satu Titik Ekspansi Strategis

Dalam penjelasan Natalie, Cilegon dipilih sebagai salah satu titik pengembangan bisnis mengingat potensinya yang dinilai cukup besar. Hal tersebut diketahui dari data yang dimiliki, salah satunya banyak pasien dari kota Cilegon yang berobat ke Eka Hospital di BSD, Tangerang Selatan.

“Eka Hospital memang sedang dalam tahap ekspansi ke beberapa wilayah, termasuk MT Haryono, Juanda, Puri, dan PIK 2. Cilegon masuk dalam radar kami karena secara industri sangat aktif, dan permintaan layanan kesehatan cukup tinggi,” jelasnya.

Komitmen Serap Tenaga Kerja Lokal Sesuai Kualifikasi

Salah satu perhatian DPRD dalam hearing tersebut adalah terkait penyerapan tenaga kerja lokal. Merespons hal ini, pihak manajemen Eka Hospital menegaskan komitmennya untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi warga Cilegon.

“Kami terbuka untuk menyerap sebanyak mungkin tenaga kerja dari Kota Cilegon. Namun tentu harus sesuai standar kualifikasi yang kami miliki, mengingat dunia kesehatan cukup kompleks,” katanya.

Sebagai contoh, untuk posisi customer service di Eka Hospital, syarat minimal adalah menguasai bahasa Inggris. “Kalau ada warga Cilegon yang qualified secara pendidikan dan kemampuan bahasa asing, kenapa harus rekrut dari luar? Kami akan prioritaskan tenaga lokal yang memenuhi kriteria,” tambahnya.

Minta Dukungan Masyarakat

Eka Hospital juga meminta dukungan masyarakat Cilegon agar proses pembangunan dan operasional ke depan dapat berjalan lancar dan sesuai target.

“Insya Allah semua berjalan baik. Kami mohon dukungan dari masyarakat Cilegon agar rumah sakit ini bisa memberikan layanan kesehatan terbaik dan turut berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tutupnya.

Dengan rencana operasional akhir tahun 2026, kehadiran Eka Hospital diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan di Kota Cilegon sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Editor : R Hartono

Leave A Reply

Your email address will not be published.