Hadirkan Al-Quran Training Center, Kelurahan Lebak Denok Bakal Miliki Banyak Kafilah Unggul

CILEGON – Kelurahan Lebak Denok Citangkil melakukan terobosan terkait program peningkatan sumberdaya bidang Musabaqoh Tilawatil Qur’an dengan membentuk wadah pembinaan bibit kafilah yakni Al-Quran Training Center (ATC) di wilayahnya.

Menurut Nurcholis, Lurah Lebak Denok mengatakan, program ATC di wilayah Kelurahan Lebak Denok sudah berjalan kurang lebih tiga bulan lalu. Dimana sampai saat ini sudah memiliki sekitar 30 putra-putri binaan.

“Program ATC ini sudah berjalan sekitar 3 bulan yah. Untuk pelatihan sendiri pada hari Sabtu – Minggu sore ba’da Ashar dengan titik pelatihan di fokuskan pada tiga Masjid yaitu Kapudenok Masjid, Grand Sutera dan Tamiang,” ucap Nurcholis di ruang kerjanya, Senin (2/12/2024).

Terkait Guru pengajar lanjut Nurcholis, saat ini masih menggunakan tenaga pengajar lokal. Adapun penganggaran untuk keberlangsungan pembinaan didapat dari donatur, mengingat anggaran dari APBD belum tersedia.

Sebetulnya, untuk kegiatan STQ yang sudah berlangsung selama ini ditingkat Kelurahan kata dia, sudah memiliki anggaran. Kendati begitu hanya bersifat spontan. Karena itu, anggaran yang bersifat jangka panjang ihwal pembinaan peningkatan SDM kafilah perlu menjadi atensi Pemerintah Kota.

“Kalau untuk STQ nya, ada anggaran yah. Tapi hanya bersifat supporting kegiatan lomba yang sifatnya satu dua hari saja. Tapi untuk pembinaan jangka panjang yang belum ada,” kata Nurcholis.

sekda

LPTQ ditingkat Kelurahan menginduk kepada LPTQ tingkat Kecamatan dan Kota, maka sambung Nurcholis, baiknya terkait penganggaran pembinaan untuk para calon kafilah dialokasikan langsung ke LPTQ tingkat Kelurahan.

“Pembinaan itu membutuhkan waktu yang tidak hanya satu dua bulan, melainkan jangka panjang. Maka perlu juga ada terobosan pengalokasian anggaran untuk pembinaan. Yang terpenting ini sejalan dengan semangat Pemerintah Kota untuk terus melahirkan kafilah lokal yang handal,” tuturnya.

Sejauh ini, putra-putri binaan ATC menyambut baik program tersebut, bahkan dari wali santri maupun para DKM. Diakui Nurcholis, banyak putra-putri yang berkeinginan bergabung dalam program Al-Quran Training Center (ATC) yang digagas. Mesti begitu, klasifikasi dan potensi menjadi prioritas bagi putra-putri yang bergabung.

“Sebetulnya, pengennya kita semua (putra-putri) ikut bergabung dalam pembinaan, akan tetapi kondisinya terbatas, tenaga pengajar terbatas, dan lainnya terbatas. Kondisi inilah yang harus menjadi perhatian bersama,” tutupnya.

Tidak tertutup kemungkinan, kondisi tersebutpun akan menjadi perhatian bagi Lurah Lebak Denok untuk mencarikan jalan keluarnya, baik dengan dibukanya kelas baru yang non potensial ataupun cara lain yang bisa memanfaatkan niatan putra-putri yang ingin bergabung di ATC.

Editor : R Hartono

rsud
Leave A Reply

Your email address will not be published.