Bersama Pemkot Cilegon, BNN RI Kampanyekan Isu Bahaya Narkoba dan Deradikalisme di Moment Hari Santri Nasional 2024
CILEGON – Peringatan Hari Santri Nasional 2024 di Kota Cilegon menjadi moment Bagi Pemerintah Daerah dan Badan Nasional Narkotika (BNN) RI, untuk mengkampanyekan dua isu berbahaya yakni narkoba dan deradikalisme di kalangan santri. Sebanyak dua ribuan lebih santri dari 57 Pondok Pesantren hadir di moment Hari Santri yang digelar di alun-alun Cilegon, Selasa (22/10/2024).
Komjen Pol Marthinus Hukom, Kepala BNN RI mengatakan, Peringatan Hari Santri Nasional 2024 yang digelar bersama Pemerintah Kota Cilegon menjadi peringatan monumental.
Santri dan Pesantren dinilai sebagai basis pembangunan moral bangsa saat ini. Menurut Marthinus, dua kerusakan moral yang terjadi adalah narkoba dan terorisme. Sehingga dengan adanya momentum ini, dirinya mengajak semua santri untuk mengambil kembali peran pesantren sebagai basis pendidikan moral bangsa untuk melakukan perlawanan terhadap bahaya narkoba dan deradikalisme.
“Lewat penyelenggaran momentum Hari Santri Nasional ini, saya mengajak semua santri mengambil kembali perannya sebagai masyarakat, dan pesantren sebagai basis pendidikan moral bangsa untuk melakukan perlawanan terhadap dua isu tersebut,” ungkapnya.
Seperti diketahui sambung Marthinus, dari lingkungan pesantren, lahirnya hubbul waton minal iman, yakni mencintai negara merupakan bagian dari iman, dan sebagai resolusi jihad untuk melawan penjajah.
“Kita memaknai kembali dua moral standing itu dalam situasi kekinian, melakukan perlawanan terhadap narkoba dan terorisme yang saat ini sedang mengancam eksistensi negara dan merusak kemanusiaan,” tambahnya.

Alasan Kota Cilegon dipilih menjadi tempat mengkampanyekan bahaya narkoba dan terorisme adalah dikarenakan hubungan BNN dengan jajaran pemerintah Kota Cilegon yang sudah terbangun dengan baik, bukan karena persoalan pilih memilih tempat, melainkan masalah trust terhadap pemerintah daerah Cilegon.
Pada moment itu, upacara bendera yang menjadi puncak peringatan dipimpin langsung oleh Pjs. Wali Kota Cilegon, Nana Supiana yang mengajak seluruh masyarakat untuk menghayati tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”.
Nana menekankan pentingnya peran santri dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui pendidikan dan pengetahuan. “Upacara ini mencerminkan semangat para santri untuk meneruskan perjuangan, terutama dalam menggalakkan ilmu pengetahuan yang mendukung kemajuan bangsa,” ujarnya.
Nana juga mengingatkan bahwa Hari Santri ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang merujuk pada Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Hadratus Syekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari.
“Peringatan kali ini lebih istimewa karena melibatkan BNN dan adanya ikrar santri anti-narkoba, sebagai upaya nyata untuk melawan penyalahgunaan narkoba yang mengancam masa depan generasi muda,” tutupnya.
Editor : R Hartono

