SERANG – Kongres VII Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) yang digelar di Anyer, Banten (9-11 Juli 2026), menjadi momentum krusial bagi transformasi organisasi sayap PAN tersebut. Fokus utama forum ini bukan sekadar pergantian ketua umum, melainkan upaya memperkuat posisi BM PAN sebagai inkubator kepemimpinan nasional yang progresif.
Dalam sesi “Sarasehan Barisan: Arahan Para Mantan Ketua Umum BM PAN” seperti Ketua Umum BM PAN Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu, mantan Ketua Umum BM PAN periode 2006-2011 Ahmad Rizki Sadig, serta mantan Ketua Umum BM PAN periode 2016-2021 Ahmad Yohan, serta para tokoh senior menekankan pentingnya organisasi untuk beradaptasi dengan tantangan politik masa depan, alih-alih terjebak dalam pola lama yang pasif.
Ahmad Rizki Sadig (Ketua Umum BM PAN 2006-2011) menyoroti rekam jejak organisasi yang telah terbukti melahirkan figur-figur strategis di kancah legislatif dan eksekutif. Baginya, BM PAN harus terus menjadi “dapur” yang konsisten memasok pemimpin berkualitas untuk Partai Amanat Nasional (PAN).
“BM PAN bukan organisasi pelengkap. Kita memiliki saham kepemimpinan besar di PAN. Kualitas kader kita di eksekutif dan legislatif adalah tolok ukur keberhasilan kaderisasi kita,” ungkap Rizki di hadapan ribuan kader.
Di sisi lain, Ahmad Yohan (Ketua Umum BM PAN 2016-2021) memberikan penekanan tajam terkait mentalitas kader. Dalam diskusi yang dipandu Iswari Mukhtar, ia mengingatkan agar kader tidak berpuas diri menjadi pengikut dalam arus politik.
“Filosofi kita adalah create the leader, bukan follower. Kepemimpinan yang kokoh tidak lahir instan, ia membutuhkan proses pengkaderan yang berjenjang dan disiplin,” tegas Yohan.
Gelaran yang dipandu oleh Ketua Steering Committee (SC) Abdul Munir Sara dan Ketua Organizing Committee (OC) Muhammad Firman ini dihadiri ribuan kader dari seluruh Indonesia. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata antusiasme terhadap agenda regenerasi yang diusung oleh Pasha Ungu (Ketua Umum BM PAN saat ini).
Dengan berakhirnya kongres pada Sabtu (11/7/2026), BM PAN kini menatap babak baru. Harapannya, ketua umum yang terpilih nanti mampu membawa organisasi tidak hanya relevan secara elektoral, tetapi juga menjadi motor penggerak ide dan solusi bagi tantangan bangsa di masa depan.
Editor : R Kalista

